Mantan Perdana Menteri Timor Leste, Mari Alkatiri, telah ditunjuk pemerintah Dili yang sekarang untuk mengkoordinir perundingan mengenai pengembangan Greater Sunrise.Timor Leste sedang terlibat perundingan yang tegang dengan perusahaan pengembang ladang minyak dan gas, Woodside Petroleum, mengenai lokasi sarana pengolahan gas.Presiden Jose Ramos Horta dalam beberapa minggu belakangan ini mengatakan lebih suka pengembangan itu tidak jadi dilakukan, kalau fasilitas itu tidak dibangun di Timor Leste.Woodside sedang menimbang-nimbang untuk membangunan jaringan pipa ke Darwin, Australia utara, atau membangun sarana terapung di Laut Timor.Timor Leste akan memperoleh 50 persen dari pemasukan dari ladang Greater Sunrise kalau sudah beroperasi. (radioaustralia)
Showing posts with label Lian Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Lian Indonesia. Show all posts
Thursday, November 27, 2008
Thursday, October 30, 2008
Tinjau Ulang Batas RI-Australia di Laut Timor
Kupang (ANTARA News) - Batas wilayah perairan RI-Australia di Laut Timor yang dibuat dalam kurun waktu 1971 - 1997 harus ditinjau ulang oleh pemerintahan kedua negara menyusul disahkannya RUU Wilayah Negara menjadi UU oleh DPR-RI pada 28 Oktober 2008 di Jakarta."UU tersebut bisa dijadikan pedoman sekaligus kekuatan diplomasi baru oleh Jakarta untuk meninjau kembali seluruh batas wilayah perairan antara RI-Australia di Laut Timor yang dibuat sejak 1971-1997," kata Ferdi Tanoni, Ketua Pokja Celah Timor dan Direktur Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) di Kupang, Kamis.Penulis buku "Skandal Laut Timor, Sebuah Barter Politik Ekonomi Canberra-Jakarta, 2008" itu mengatakan, UU itu bisa digunakan Jakarta untuk segera menetapkan satu batas maritim permanen antara RI-Timor Leste yang belum pernah dibahas sejak Timor Timur lepas dari Indonesia pada 30 Agustus 1999.Mantan agen imigrasi Australia itu menyatakan, batas wilayah perairan RI-Australia di Laut Timor versi 1991-1997 sangat merugikan Indonesia karena hampir 80 persen wilayah perairan di Laut Timor dikuasai Australia untuk kepentingan bisnis minyak dan gas bumi (migas).Wilayah perairan Laut Timor sangat kaya dengan sumber daya alam seperti minyak dan gas bumi sehingga Australia menggebu-gebu menguasai hampir seluruh wilayah perairan itu sampai mengusir nelayan tradisional Indonesia yang berlayar di Laut Timor yang telah dilakukan mereka sejak berabad-abad lalu."UU Wilayah Negara ini sangat kita tunggu-tunggu karena sudah 63 tahun merdeka, negara kita tidak mempunyai UU yang mengatur tentang batas wilayah negara sehingga melemahkan posisi Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan negaranya. Timor Leste yang baru merdeka saja sudah memiliki UU Batas Wilayah Negara," urainya.Tanoni menilai garis batas laut antara Indonesia dengan Timor Leste dan Australia di sekitar Celah Timor masih bermasalah dan harus dirundingkan kembali."Kita harapkan UU itu menjadi amunisi baru bagi Indonesia dalam merundingkan kembali batas wilayah perairannya dengan Australia dan Timor Leste di Laut Timor," harapnya. (Antara)
Thursday, October 23, 2008
Xanana Ancam Tangkap Pengunjukrasa
Dili - Perdana Menteri Timor Timur Xanana Gusmao, Senin, mengancam akan menangkap penentang yang menanggapi seruan kalangan oposisi untuk berunjukrasa besar menentang pemerintah di tengah keprihatinan atas ketenangan negara."Kami akan menarik yang terlibat dalam unjukrasa apa pun demi keamanan bangsa," katanya kepada wartawan saat ditanya tentang rencana unjukrasa oleh lawannya, Partai Fretilin."Saya tidak peduli apakah orang menyebut saya diktator, karena prioritas kami adalah ketenangan dan keamanan bagi semua warga," katanya.Pemimpin Fretelin, Mari Alkatiri, yang menyatakan pemerintah koalisi sebagai tidak sah, mengancam mengadakan demonstrasi besar untuk mendepak Gusmao dari kedudukannya, tapi tanggalnya belum ditentukan.Timor Timur secara resmi mendapatkan kemerdekaan dari Indonesia pada 20 Mei 2002, tetapi sejarah singkatnya dikotori kerusuhan politik dan perseteruan di antara mereka.Selebaran gelap juga beredar di Dili berisi ancaman berunjukrasa jika orang Timor Timur bagian timur dijadikan panglima baru polisi saat jabatan itu kosong pada November.Pernyataan pembedaan daerah seperti itu mencetuskan pembelotan besar oleh anggota angkatan bersenjata dan menyebabkan tentara terpecah pada 2006 serta bentrok senjata dengan polisi dan kelompok di jalanan yang menewaskan sedikit-dikitnya 37 orang.Pasukan asing penjaga perdamaian pimpinan Australia membantu mengamankan negara itu di tengah-tengah kekerasan tersebut.Presiden Timor Timur Jose Ramos Horta pada tengah Mei menyeru perdamaian dan persatuan di negara Asia itu dalam pidatonya memperingati ulang tahun keenam kemerdekaan negara itu di Dili.Perayaan itu dilakukan tepat tiga bulan setelah Ramos Horta ditembak dan cedera dalam serangan pemberontak pada 11 Pebruari, yang juga ditujukan ke Xanana.Pemberontak bertanggungjawab atas serangan itu menyerahkan diri bulan sebelumnya, tapi kekhawatiran bakal terjadinya lagi kekacauan membayangi keceriaan hari kemerdekaan negeri itu.Keamanan tetap ketat di sekitar pemimpin negara itu dan tentara asing, yang masuk ke negara itu saat pertempuran antar-unsur dua tahun lalu, mengawasi ketat perayaan tersebut.Timor Timur bekas jajahan Portugal dan bergabung dengan Indonesia pada 1975. Sekitar 200.000 warga negara itu tewas akibat sengketa dan penyakit, yang tidak bisa dicegah dalam dua setengah dasawarsa terahir.Negeri itu memilih merdeka dalam jajak pendapat ditaja Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1999.Timor Timur merdeka resmi pada 2002, tapi terjerumus dalam kekacauan kembali akibat pemecatan 600 tentara pembangkang pada 2006, yang memicu kekerasan di jalanan di antara unsur berseteru itu.Pemberontakan itu berahir setelah pemimpin pembangkang, Alfredo Reinado, tewas dalam serangan terhadap kediaman Ramos Horta oleh pengikutnya pada April.Pengamat menyatakan benih kegoyahan lebih jauh tetap ada di negara miskin berpenduduk sekitar satu juta jiwa itu dan ketegangan politik terlihat, bahkan ketika pemimpin negara itu berkumpul pada peringatan hari kemerdekaan tersebut.Xanana menolak berjabat tangan dengan pemimpin lawan, mantan Perdana Menteri Mari Alkatiri dari partai Fretilin.Pemerintah baru pimpinan Xanana mulai bertugas pada Agustus 2007 di tengah-tengah tentangan partai Alkatiri, yang meraih suara terbanyak dalam pemilihan umum pada Juni, tapi tidak memiliki cukup suara untuk memerintah. (ANTARANews)
Australia Akan Tarik Pasukan dari Timor Leste
Canberra - Australia akan mengurangi jumlah pasukan penjaga perdamaiannya di Timor Leste, sehubungan dengan terus membaiknya situasi keamanan di sana, pemerintah Australia menyatakan Rabu. "Otoritas Timor Leste telah memperlihatkan profesionalisme mereka dalam menangani situasi keamanan dan kini saatnya yang tepat untuk mengurangi pasukan Australia," kata Menteri Pertahanan Australia, Joel Fitzgibbon, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters.Timor Leste telah berjuang keras mencapai kestabilan sejak mencapai kemerdekaan pada 2002. Angkatan Daratnya terpecah berdasarkan garis regional pada 2006, sehingga menyebabkan timbulnya aksi kekerasan yang menewaskan 37 orang dan mengakibatkan 150.000 orang melarikan diri ke tempat yang aman. Menurut Fitzgibbon, sekitar 100 tentara Australia akan pulang pada awal 2009, sehingga jumlah tentaranya tinggal 650 orang di Timor Leste. Sebanyak 2.500 tentara dan polisi asing akan tetap berada di negara itu guna membantu pasukan keamanan lokal mempertahankan stabilitas. (ANTARANews)
Saturday, October 18, 2008
Asian Beach Games 2008 - Indonesia Gasak Timor Leste 9-1
Sanur - Kemenangan besar diraih tim sepakbola pantai Indonesia. Menjalani laga pertama menghadapi Timor Leste, I Nyoman Jumada cs meraih kemenangan meyakinkan 9-1.Menjalani laga di Pantai Sanur, Sabtu (18/10/2008), tim Indonesia mengawali langkahnya dengan hasil memuaskan. Tampil meyakinkan di tiga babak, skuad besutan pelatih Mahayasa memetik kemenangan 9-1.
Adalah I Kadek Yuli Pari Mawan yang menjadi bintang kemenangan tim tuan rumah dengan tiga gol yang dilesakkannya. Putra Bali kelahiran 24 Juli 1986 itu menjebol gawang lawan di menit 1, 5 dan enam babak ketiga.Juga tak kalah gemilang adalah I Nyoman Jumada dan Dewa Dwipa Yuda dan masing-masing menambah dua gol buat pasukan merah putih. Sementara dua gol Indonesia lainnya masing-masing datang dari AA Artadinata dan I Wayan Metra Jaya. Satu-satunya gol Timor Leste yang bersarang di gawang Indonesia datang di menit keempat babak ketiga melalui Chiquito Do Carmo. Di pertandingan selanjutnya Indonesia akan menghadapi tim Qatar. Pertandingan tersebut juga akan dilangsungkan di Sanur pada Minggu (20/10/2008). Indonesia sendiri tergabung di Grup A bersama Timor Leste, Uzbekistan dan Qatar.Pada pertandingan lainnya di Grup B, Uni Emirat Arab juga membuka lebar jalannya ke babak kedua. Menghadapi Myanmar, UEA memetik kemenangan 2-0.(Detik)
Friday, October 17, 2008
Oxfam: Timor Timur Hadapi Krisis Pangan Serius

Penduduk Timor Timur menghadapi krisis pangan serius karena adanya perubahan iklim dan kemelut keuangan internasional.
Kata laporan badan bantuan internasional Oxfam, 70 persen lebih penduduk Timor Timur sejak setengah tahun terakhir tidak punya cukup makanan tiap hari. Kata Oxfam, di daerah-daerah tertentu, hampir 60 persen anak-anak dibawah usia lima tahun menderita kekurangan gizi yang kronis.
Kata kepala eksekutif Oxfam di Australia, Andrew Hewitt, krisis pangan itu disebabkan berubahnya iklim setempat dan bertambahnya tanaman yang digunakan untuk membuat bahan bakar.
Pejabat bantuan mengatakan, krisis keuangan global telah mempersulit keadaan karena banyak orang kehilangan pekerjaan dan sejumlah negara donor mengurangi bantuan mereka.
Perkiraan badan bantuan mengatakan 100 juta lagi penduduk di Asia, Afrika dan kawasan Pasifik semakin dekat pada bencana kelaparan. (VOANEWS)
Kata laporan badan bantuan internasional Oxfam, 70 persen lebih penduduk Timor Timur sejak setengah tahun terakhir tidak punya cukup makanan tiap hari. Kata Oxfam, di daerah-daerah tertentu, hampir 60 persen anak-anak dibawah usia lima tahun menderita kekurangan gizi yang kronis.
Kata kepala eksekutif Oxfam di Australia, Andrew Hewitt, krisis pangan itu disebabkan berubahnya iklim setempat dan bertambahnya tanaman yang digunakan untuk membuat bahan bakar.
Pejabat bantuan mengatakan, krisis keuangan global telah mempersulit keadaan karena banyak orang kehilangan pekerjaan dan sejumlah negara donor mengurangi bantuan mereka.
Perkiraan badan bantuan mengatakan 100 juta lagi penduduk di Asia, Afrika dan kawasan Pasifik semakin dekat pada bencana kelaparan. (VOANEWS)
Monday, October 13, 2008
PBB Diminta Hentikan Penyelidikan Kerusuhan 1999
SOIBADA (Suara Karya): Presiden Timor Leste Ramos Horta , Senin mengatakan ia ingin PBB menghentikan penyelidikannya atas pertumpahan darah yang terjadi menyangkut keputusan kemerdekaan dari Indonesia tahun 1999.
Para pemimpin Timor Leste dan Indonesia Juli mengatakan masalah itu sudah ditutup setelah menyatakan penyesalan dengan kesimpulan-kesimpulan satu komisi kepercayaan gabungan yang menyalahkan pasukan keamanan dan sipil Indonesia karena melakukan "pelanggaran berat hak asasi manusia."
Tetapi PBB, yang memboikot komisi kebenaran itu, mengatakan pihaknya akan terus mendukung pengusutan melalui Unit Kejahatan Serius, yang dibentuknya untuk membantu kantor kejaksaan Timor Leste menyelidiki aksi kekerasan di mana PBB mengatakan 1.000 warga Timor Leste tewas.
"Sebagai kepala negara, saya tidak mengesahkan atau mengizinkan penyelidikan PBB atas kejahatan tahun 1999. Sikap kami adalah memelihara hubungan baik dengan Indonesia," kata Ramos Horta kepada Reuters ketika mengunjungi distrik Soibada, sekitar 100km dari ibukota Dili.
Beberapa pejabat militer Indonesia telah diadili oleh pengadilan hak asasi manusia Indonesia setelah kerusuhan tahun 1999 itu.
Timor Leste, bekas koloni Portugal yang kemudian bergabung dengan Indonesia tahun 1975, meraih kemerdekaan setelah satu pemungutan suara yang diselenggarakan PBB tahun 1999. Wilayah itu memperoleh kemerdekaan penuh tahun 2002.
Para pemimpin Timor Leste dan Indonesia Juli mengatakan masalah itu sudah ditutup setelah menyatakan penyesalan dengan kesimpulan-kesimpulan satu komisi kepercayaan gabungan yang menyalahkan pasukan keamanan dan sipil Indonesia karena melakukan "pelanggaran berat hak asasi manusia."
Tetapi PBB, yang memboikot komisi kebenaran itu, mengatakan pihaknya akan terus mendukung pengusutan melalui Unit Kejahatan Serius, yang dibentuknya untuk membantu kantor kejaksaan Timor Leste menyelidiki aksi kekerasan di mana PBB mengatakan 1.000 warga Timor Leste tewas.
"Sebagai kepala negara, saya tidak mengesahkan atau mengizinkan penyelidikan PBB atas kejahatan tahun 1999. Sikap kami adalah memelihara hubungan baik dengan Indonesia," kata Ramos Horta kepada Reuters ketika mengunjungi distrik Soibada, sekitar 100km dari ibukota Dili.
Beberapa pejabat militer Indonesia telah diadili oleh pengadilan hak asasi manusia Indonesia setelah kerusuhan tahun 1999 itu.
Timor Leste, bekas koloni Portugal yang kemudian bergabung dengan Indonesia tahun 1975, meraih kemerdekaan setelah satu pemungutan suara yang diselenggarakan PBB tahun 1999. Wilayah itu memperoleh kemerdekaan penuh tahun 2002.
Sunday, October 12, 2008
DEMI MERAH PUTIH
Sosok yang satu ini memang unik. Kecintaannya kepada Negara Republik Indonesia tidak bisa diragukan lagi. Betapa tidak, demi membela Indonesia dan merah putih ia tidak hanya rela dijebloskan ke penjara Cipinang, Jakarta. Pria asal Timor Timur itu juga harus berpisah dengan anak dan istrinya yang memilih menjadi warga Negara Timor Leste ketika peristiwa jajak pendapat lalu.Nama Eurico Guterres mulai dikenal ketika terjadi peristiwa pasca jajak pendapat Timor Timur pada 1999 lalu. Kala itu warga Timor Timur terpecah menjadi dua. Mereka dihadapkan pada dua pilihan, antara menjadi warga Negara Timor Timur atau bergabung dengan Republik Indonesia. Konflik horisontal pun tidak terelakan lagi. Maka terjadilah peristiwa kerusuhan yang sangat memalukan di mata dunia internasional. Menurut data dari berbagai sumber, kala itu ratusan nyawa melayang dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal.
Dunia internasional, terutama Amerika Serikat dan Australia menekan Indonesia melalui PBB untuk mengusut tuntas dalang pelaku kerusuhan itu. Bahkan negara adidaya itu mengancam akan membawa ke mahkamah internasional mereka yang terlibat kasus pelanggaran hak asasi manusia itu. Indonesia yang serba salah, akhirnya menjadikan Eurico Guterres, yang kala itu menyandang gelar Wakil Penglima pejuang pro Integrasi sebagai tersangka kerusuhan pasca jajak pendapat itu.
Banyak kalangan menilai, bahwa pemuda gondrong kelahiran Uatolari, Timor Timur, 4 Juli 1969 itu dikorbankan demi tekanan dunia internasional. Di tengah pro dan kontra waktu itu, Eurico Guterres dengan lantang dan jantan menyatakan siap dihadapkan ke pengadilan jika bersalah. Dan yang membuat banyak kalangan kagum adalah, sikap Guterres yang datang sendiri ke pihak berwajib. Tidak berbelit-belit, apalagi bersembunyi dan mengaku sakit ketika menjadi tersangka kasus korupsi seperti para tersangka yang akan ditangkap KPK baru-baru ini.
Melalui sidang pengadilan, Eurico Guterres akhirnya diganjar hukuman 10 tahun penjara. Dan ia manjalani hukuman itu di penjara Cipinang Jakarta hanya dua tahun. Guterres berhasil mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung, dan dalam prosesnya ditemukan bukti baru yang meringankan. Walau kini ia telah bebas, Guterres masih tidak mengerti mengapa ia sampai dijebloskan ke dalam penjara. Menurutnya, ia yang memihak negara yang dicintainya justru dijebloskan ke penjara. “Seandainya waktu itu saya memilih bergabung dengan Timtim mungkin saya sudah menjadi menteri” ujarnya sambil menerawang.
Pasca menjalani hukuman, Eurico Guterres kini mengisi kehidupannya dengan kuliah hukum di LP Cipinang yang diselenggarakan Universitas Bung Karno. Ia memilih kuliah hukum selain mengaku tidak mengerti hukum di Indonesia, juga karena cita-citanya yang ingin menjadi pengacara. Selain itu, Guterres yang kini memilih tinggal di Kupang, Nusa Tenggara Timur juga terjun ke dunia politik. Ia kini bersiap-siap menjadi calon legislatif dari Partai Amanat Nasional. Salah satu perjuangannya adalah memperjuangkan pengungsi Timor Timur yang hingga kini masih banyak yang telantar pasca peristiwa jajak pendapat dulu. (KickAndy)
http://www.metrotvnews.com/
Thursday, October 2, 2008
Mari Alkatiri Puji Duet SBY-JK
JAKARTA, KAMIS - Wacana majunya kembali pasangan SBY-JK dalam pemilihan presiden mendatang enggan dikomentari oleh mantan Perdana Menteri Timor Leste Mari Alkatiri. Mari merasa tak perlu banyak berkomentar mengenai penilaian kinerja dan kans SBY-JK dalam pilpres mendatang.
"SBY-JK adalah sahabat saya terutama ketika bekerja sama dalam konferensi di Bali dan saya bahagia mengetahui mereka. Tapi apakah mereka dipilih, itu urusan orang Indonesia bukan oleh Timor Leste," ujar Mari usai bertemu dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin di Jakarta, Kamis (2/10).
Terkait hubungan bilateral dengan Timor Leste, Mari mengatakan tak memiliki beban apapun ketika siapa saja yang terpilih nanti menjadi orang nomor satu di Indonesia. Namun demikian, Mari tetap memuji kinerja SBY-JK dalam mengusahakan hubungan bilateral dengan Timor Leste.
"Siapapun yang akan terpilih jadi pemimpin saya pikir akan memberikan yang terbaik untuk hubungan kedua negara namun SBY dan JK saat ini memang memiliki kontribusi yang besar kepada hubungan Indonesia dan Timor Leste saat ini," demikian Mari Alkatiri. (kompas.com)
"SBY-JK adalah sahabat saya terutama ketika bekerja sama dalam konferensi di Bali dan saya bahagia mengetahui mereka. Tapi apakah mereka dipilih, itu urusan orang Indonesia bukan oleh Timor Leste," ujar Mari usai bertemu dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin di Jakarta, Kamis (2/10).
Terkait hubungan bilateral dengan Timor Leste, Mari mengatakan tak memiliki beban apapun ketika siapa saja yang terpilih nanti menjadi orang nomor satu di Indonesia. Namun demikian, Mari tetap memuji kinerja SBY-JK dalam mengusahakan hubungan bilateral dengan Timor Leste.
"Siapapun yang akan terpilih jadi pemimpin saya pikir akan memberikan yang terbaik untuk hubungan kedua negara namun SBY dan JK saat ini memang memiliki kontribusi yang besar kepada hubungan Indonesia dan Timor Leste saat ini," demikian Mari Alkatiri. (kompas.com)
Mari Alkatiri Kunjungi Kediaman Din Syamsuddin
Jakarta -Mari Alkatiri, mantan Perdana Menteri (PM) Timor Leste, berkunjung guna bersilaturahmi ke kediaman Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin, di Pejaten Elok, Jakarta, Kamis.Mari temani oleh puteranya, Lukeno Alkatiri, dan Ketua Komunitas Muslim Timor Leste, Arief Sagran. Kunjungan Mari ke Indonesia atas undangan Menteri Agama (Menag), Maftuh Basyuni, untuk shalat Idul Fitri berjamaah di Istiqlal bersama undangan lain. Setelah itu Mari juga bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan hari Kamis ini, sebelum ke Mozambik Ketua Partai Fretilin itu bersilaturahmi dengan Din Syamsuddin.Mari menyatakan kunjungannya ke Indonesia murni hanya untuk bersilaturahmi dan tidak ada agenda politik.Ketika ditanya Din kapan Fretilin berkuasa lagi, Mari mengatakan, "Tidak lama lagi."Meskipun enggan berbicara politik, tetapi Mari sempat mengatakan bahwa kondisi korupsi di negara semakin parah. Dia mengutip pernyataan sebuah LSM yang menyatakan korupsi kini menjadi budaya di Timor Leste.Mari datang pukul pukul 10.30 WIB dengan mengenakan baju batik merah marun berlarik putih. Arif mengatakan saat ini terdapat sekitar 2200 kaum muslimin di Timor Leste, dan lima mesjid. Sejak 2006, jumlah kaum muslim berkurang karena pindah ke Kupang atau Atambua. Dia mengatakan tidak ada diskirminasi dan intimidasi atas kaum muslim dan Idul Fitri kini menjadi hari libur resmi di negara itu. Dia berharap kerjasama dengan Indonesia, khususnya Muhammadiyah ditingkatkan. Sejumlah putera Timor kini bersekolah dan kuliah di institusi pendidikan Muhammadiyah di Malang dan Jakarta. Ketika ditanya rencana Muhammadiyah membuat cabang di Timor Leste, Din mengatakan, dulu saat masih menjadi bagian dari Indonesia ada rencana membentuk pengurus wilayah. Kini ada pembicaraan untuk membentuk organisasi sejenis di sana seperti di negara lain, seperti di Singapura, Malaysia, dan Thailand Selatan."Tapi biarlah pembentukan itu secara alamiah saja," kata Din. Organisasi Muhammadiyah di ketiga negara itu tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan Muhammadiyah di Indonesia tapi punya hubungan dalam mengamalkan nilai-nilai Muhammadiyah dan Islam. "Dalam waktu dekat juga akan ada organisasi Muhammadiyah di Kamboja Laos dan Jepang," kata Din. Din juga menjelaskan hubungan dirinya dan Muhammadiyah di Mari cukup erat dan dekat. Mari pernah menjadi pembicara pada sejumlah kegiatan yang diselenggarakan Muhammadiyah dan lembaga dialog antara agama. "Kita harapkan Timor Leste bangkit sebagai negara," kata Din. Dia juga menjelaskan organisasinya juga berhubungan erat dengan umat khatolik di Dili. (ANTARA-News)Pejabat Timor Leste Ada Juga yang Muslim
Ketua Komunitas Muslim
Jakarta - Umat muslim di Timor Leste bisa hidup tenang di sana. Walau dikelilingi tetangga yang berbeda agama, ibadah bisa dijalankan. Bahkan ada pejabat di pemerintahan yang muslim."Keadaan di Timor leste cukup kondusif. Kita tidak pernah diintimidasi. Saat ini ada pejabat kita yang muslim seperti Wakil Gubernur Bank Sentral di Timor Leste seorang muslimah, dokter juga ada yang muslim, jaksa dan pengacara juga," jelas Ketua Komunitas Muslim Timor Leste Arif Abdul Sagran di kediaman Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di Pejaten Elok, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2008).Data pada 2006 lalu, ada sekitar 2.452 umat islam di Timor Leste. Namun menurutnya kemungkinan jumlahnya sudah berkurang. "Sebagian pindah ke Kupang (NTT) mencari kehidupan yang lebih baik," ujar Arif.Di sana, tempat ibadah tersebar di beberapa lokasi. "Kita punya 5 masjid dan 2 ada di Dili (ibukota Timor Leste)," jelasnya.Lalu bagaimana dengan lebaran di sana? "Kami mendapatkan libur selama 1 hari," tandasnya. (detiknews.com)
Monday, September 29, 2008
Korupsi Mengancam Tujuan Milenium PBB
Kalau tidak dilakukan apa-apa dalam memberantas korupsi, Tujuan Milenium PBB akan terancam. Demikian pesan penting dalam laporan tahunan Transparency International tentang korupsi di dunia, yang diluncurkan Selasa (23/09). Kalau situasi tidak berubah, tujuan pembangunan PBB di bidang air dan prasarana sanitasi akan lebih mahal hingga puluhan milyar euro.Negara-negara seperti Somalia, Irak, Haïti dan Myanmar berada di peringkat paling bawah daftar Transparancy International. Juga pertumbuhan ekonomi negara-negara ini bisa dikatakan buruk. Bagi Transparancy International, ini menjadi alasan untuk menyelidiki lebih mendalam kaitan antara korupsi dan pembangunan. Di negara-negara miskin, korupsi bisa menjadi penentu hidup atau mati. Christiaan Poortman dari Transparancy International menjelaskan bagaimana korupsi bisa berpengaruh pada tingkat kematian anak.
Christiaan Poortman: "Misalnya karena orangtua tidak mampu membayar obat-obatan, karena obat-obatan itu dibeli dengan harga terlalu mahal. Atau obat-obatan itu berkualitas rendah akibat korupsi. Tapi bisa juga bahwa hanya orang-orang kayalah yang bisa menikmati pelayanan kesehatan, akibat korupsi. Kalau Anda miskin, Anda lebih rentan terhadap korupsi. Kaum miskin tidak mampu menentang pemerintahan. Mereka tidak mampu menuntut hak mereka. Ada kaitan kuat antara korupsi dan kemiskinan."
Christiaan Poortman: "Misalnya karena orangtua tidak mampu membayar obat-obatan, karena obat-obatan itu dibeli dengan harga terlalu mahal. Atau obat-obatan itu berkualitas rendah akibat korupsi. Tapi bisa juga bahwa hanya orang-orang kayalah yang bisa menikmati pelayanan kesehatan, akibat korupsi. Kalau Anda miskin, Anda lebih rentan terhadap korupsi. Kaum miskin tidak mampu menentang pemerintahan. Mereka tidak mampu menuntut hak mereka. Ada kaitan kuat antara korupsi dan kemiskinan."
Tujuan Milenium
Korupsi yang merajalela di negara-negara berkembang, jelas sangat mengganggu pemberantasan kemiskinan internasional. Menurut Transparancy International, kalau masalah korupsi ini tidak diatasi, upaya mencapai tujuan milenium PBB akan membutuhkan biaya sedikitnya puluhan milyaran euro tambahan. Tujuan Milenium ini merupakan upaya besar untuk dalam aspek-aspek penting, mengurangi tingkat kemiskinan, kematian anak, kelaparan dan penyakit-penyakit mematikan.
Hanya untuk air bersih saja serta prasarana sanitasi, dibutuhkan 35 milyar euro tambahan. Menurut Transparancy International, hanya di Afrika saja, sekitar 100 milyar euro per tahun hilang akibat korupsi. Padahal, bantuan pembangunan tahunan kepada benua tersebut mencapai sekitar 72 milyar euro.
Hanya untuk air bersih saja serta prasarana sanitasi, dibutuhkan 35 milyar euro tambahan. Menurut Transparancy International, hanya di Afrika saja, sekitar 100 milyar euro per tahun hilang akibat korupsi. Padahal, bantuan pembangunan tahunan kepada benua tersebut mencapai sekitar 72 milyar euro.
Aksi Terkoordinir
Donor Internasional harus memusatkan perhatian pada pengembangan pemerintah yang transparan dan dapat dipercaya, simpul Transparency. Dengan demikian dana bantuan bisa dimanfaatkan dan diawasi lebih baik. Karena pemberantasan korupsi betul-betul berguna, tegas Christiaan Poortman dari Transparency. Terutama di dunia Barat.
Christiaan Poortman: "Ketika Transparency International didirikan, korupsi saat itu tidak lagi diagendakan. Karenanya, korupsi dipertanyakan. Terutama di sejumlah negara Barat, kesediaan untuk memberantas korupsi bertambah. Kalau melihat Jerman, yang belum lama berselang sempat diusik sejumlah skandal, dapat dikatakan, mereka lancar menangani masalah koruspi dan skandal suap."
Akhirnya, demikian simpul laporan itu, untuk melakukan perubahan, rasa urgensi sangat diperlukan baik di pihak perusahaan maupun pemerintah untuk menggunakan dana sesuai tujuan. (ranesi.nl)
Christiaan Poortman: "Ketika Transparency International didirikan, korupsi saat itu tidak lagi diagendakan. Karenanya, korupsi dipertanyakan. Terutama di sejumlah negara Barat, kesediaan untuk memberantas korupsi bertambah. Kalau melihat Jerman, yang belum lama berselang sempat diusik sejumlah skandal, dapat dikatakan, mereka lancar menangani masalah koruspi dan skandal suap."
Akhirnya, demikian simpul laporan itu, untuk melakukan perubahan, rasa urgensi sangat diperlukan baik di pihak perusahaan maupun pemerintah untuk menggunakan dana sesuai tujuan. (ranesi.nl)
Silakan Klik link dibawah ini untuk melihat transparency focus, khususnya rank Timor Leste. Timor Leste berada dalam daftar 145 country rank, dengan total score CPI 2008 sebesar 2,2.
http://www.transparency.org/news_room/in_focus/2008/cpi2008/cpi_2008_table
Sunday, September 21, 2008
Timor Leste Juarai Timor Sea Cup di Darwin
Tim sepak bola Dili (Timor Leste) menjuarai "Timor Sea Cup" pertama setelah menekuk tim tuan rumah Northern Territory (NT) berusia di bawah 18 tahun di putaran final yang berlangsung di stadion sepak bola Darwin, Larrakia Park, Sabtu petang, dengan skor 3-0.Pertandingan dua kesebelasan itu dibuka Konsul RI Darwin Harbangan Napitupulu dengan pelemparan koin. Menteri Urusan Hubungan Asia NT, Kon Vatskalis ada di antara ratusan orang penonton yang menyaksikan jalannya putaran final, kata Sekretaris II Fungsi Pensosbud Konsulat RI Darwin, Arvinanto Soeriaatmadja.
Kedua kesebelasan bertanding secara sportif dan anak-anak Timor Leste lebih menguasai lapangan. "Gol ketiga bahkan terjadi beberapa saat sebelum babak kedua berakhir," kata Arvinanto.
Sejak kejuaraan trilateral ini dimulai 17 September lalu, tim kesebelasan Dili sudah menunjukkan kelasnya. Pada pertandingan pertamanya melawan kesebelasan NT berusia di bawah 15 tahun, tim kesebelasan Dili menang telak dengan skor akhir 6-1.
Saat melawan kesebelasan Kupang yang mewakili Indonesia Kamis (18/9), tim Dili kembali menang dengan skor 2-1. Tim "Merah Putih" sendiri berada di posisi ketiga dengan sekali menang melawan tim NT berusia di bawah 15 tahun (4-2).
Kejuaraan trilateral "Timor Sea Cup" ini baru pertama kali diselenggarakan walaupun sudah direncanakan tiga tahun lalu. Pemerintah negara bagian NT membiayai seluruh keperluan pertandingan ini, kata Arvinanto. (kapanlagi.com)
Subscribe to:
Posts (Atom)
