Sunday, October 12, 2008

DEMI MERAH PUTIH

Sosok yang satu ini memang unik. Kecintaannya kepada Negara Republik Indonesia tidak bisa diragukan lagi. Betapa tidak, demi membela Indonesia dan merah putih ia tidak hanya rela dijebloskan ke penjara Cipinang, Jakarta. Pria asal Timor Timur itu juga harus berpisah dengan anak dan istrinya yang memilih menjadi warga Negara Timor Leste ketika peristiwa jajak pendapat lalu.
Nama Eurico Guterres mulai dikenal ketika terjadi peristiwa pasca jajak pendapat Timor Timur pada 1999 lalu. Kala itu warga Timor Timur terpecah menjadi dua. Mereka dihadapkan pada dua pilihan, antara menjadi warga Negara Timor Timur atau bergabung dengan Republik Indonesia. Konflik horisontal pun tidak terelakan lagi. Maka terjadilah peristiwa kerusuhan yang sangat memalukan di mata dunia internasional. Menurut data dari berbagai sumber, kala itu ratusan nyawa melayang dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal.


Dunia internasional, terutama Amerika Serikat dan Australia menekan Indonesia melalui PBB untuk mengusut tuntas dalang pelaku kerusuhan itu. Bahkan negara adidaya itu mengancam akan membawa ke mahkamah internasional mereka yang terlibat kasus pelanggaran hak asasi manusia itu. Indonesia yang serba salah, akhirnya menjadikan Eurico Guterres, yang kala itu menyandang gelar Wakil Penglima pejuang pro Integrasi sebagai tersangka kerusuhan pasca jajak pendapat itu.


Banyak kalangan menilai, bahwa pemuda gondrong kelahiran Uatolari, Timor Timur, 4 Juli 1969 itu dikorbankan demi tekanan dunia internasional. Di tengah pro dan kontra waktu itu, Eurico Guterres dengan lantang dan jantan menyatakan siap dihadapkan ke pengadilan jika bersalah. Dan yang membuat banyak kalangan kagum adalah, sikap Guterres yang datang sendiri ke pihak berwajib. Tidak berbelit-belit, apalagi bersembunyi dan mengaku sakit ketika menjadi tersangka kasus korupsi seperti para tersangka yang akan ditangkap KPK baru-baru ini.


Melalui sidang pengadilan, Eurico Guterres akhirnya diganjar hukuman 10 tahun penjara. Dan ia manjalani hukuman itu di penjara Cipinang Jakarta hanya dua tahun. Guterres berhasil mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung, dan dalam prosesnya ditemukan bukti baru yang meringankan. Walau kini ia telah bebas, Guterres masih tidak mengerti mengapa ia sampai dijebloskan ke dalam penjara. Menurutnya, ia yang memihak negara yang dicintainya justru dijebloskan ke penjara. “Seandainya waktu itu saya memilih bergabung dengan Timtim mungkin saya sudah menjadi menteri” ujarnya sambil menerawang.


Pasca menjalani hukuman, Eurico Guterres kini mengisi kehidupannya dengan kuliah hukum di LP Cipinang yang diselenggarakan Universitas Bung Karno. Ia memilih kuliah hukum selain mengaku tidak mengerti hukum di Indonesia, juga karena cita-citanya yang ingin menjadi pengacara. Selain itu, Guterres yang kini memilih tinggal di Kupang, Nusa Tenggara Timur juga terjun ke dunia politik. Ia kini bersiap-siap menjadi calon legislatif dari Partai Amanat Nasional. Salah satu perjuangannya adalah memperjuangkan pengungsi Timor Timur yang hingga kini masih banyak yang telantar pasca peristiwa jajak pendapat dulu. (KickAndy)


http://www.metrotvnews.com/

6 comments:

Anonymous said...

matilah kau Eurico Penghianat, orang sepertimu akan terus dijadikan oleh Indonesia hanya sebagai kaki tangan, dan itupun kau sudah beruntung dari pada menjadi pengemis dan pemulung. kau kira kau itu pintar ya, kasian, nasibmu sebentar lagi akan tamat. kau bodohi orang-orang pro otonomi hanya untuk kepentinganmu saja. emang gobloknya para milisi dan pro otonomi yang berjuang untuk Indonesia (pro integrasi) apakah nenek moyangmu yang memerdekakan Indonesia ya, para pejuangnya aja udah ditelantarkan apalagi tai kucing seperti kalian pro otonomi itu. Matilah kalian di Atambua sana, dan mampuslah.

Anonymous said...

Hei Eurico yang bereoknya kayak gurila itu loh, kalo ngomong pejuang merah putih itu tau diri dong. Kau itu tidak tau malu ya, dimana kemaluanmu? apakah kemaluanmu itu udah dimasukan kemulutmu ya, kau mengaku pejuang merah putih, emangnya nenek moyangmu atau bapakmu yang berjuang sampai Indonesia sekarang merdeka ya? otak dengkul seperti kau kok mau mencalonkan diri jadi anggota DPR, kau itu pantasnya hidup bersama kaummu dibelantaran hutan yang tampang bereoknya sama kayak kamu alias monyet alias gorila. Dimana sekarang temanmu si Tavares itu? udah mati ya, dan kaupun mungkin sebentar lagi akan mampus juga karena stresssssss.
emang banyak teman otonomimu yang sekarang hidup enak di Timor Leste, tetapi banyak yang sekarang udah mati, emang banyak anggota AITARAK bentukanmu yang sekarang berkeliaran dikota Dili karena tidak tahan hidup miskin di Atambua dan nekad aja ke Timor Leste walau apapun yang terjadi. KASIAN HET IMI NIA AMAN, IMI MAI TOK TIMOR AMI HET KEDAS IMI. OTONOMISTA, TRAIDOR, MATE HET RAI IHA INDONESIA NIA RAIN NEBA BA. IMI NEGA TIHA TIMOR IMI ATU MAI LORI FALI DUTRINA OTONOMISTA NIAN MAK LAE DUNI. AMI SEI HET MATE IMI OTONOMISTA SIRA. PUKI MAI KALIAN OTONOMISTA, KALO SON ADA UANG DI ATAMBUA SANA DAN HIDUP MISKIN DISANA JUAL AJA KALIAN PUN PANTAT BUAT INDONESIA ATAU TENTARA BOMBA ALIAS HET KIDUNG EURICO, ATAU KALO BISA JUAL AJA LUPUN ISTRI PUN HUIN OTONOMI ITU.

Anonymous said...

Itulah akibat dari Penghianatanmu, dan kau pantas menerimanya. Wahai rakyat Indonesia janganlah percaya padanya, lihat aja kelakuannya, tanah kelahirannya aja dia Hianati apalagi Indonesia yang ujung-ujung sejarahnya tidak dipahami sama sekali oleh si Gurila ini, bisa-bisa suatu saat nanti di bisa hianati juga kalian, dan apabila tidak diperhatikan lagi oleh pemerintah Indonesia, dia juga rahasia negara kepihak lain. kan dasarnya dia itu seorang penghianat, maka sekali penghianat, tetap penghianat.

Salam dari Atambua untuk Eurico Lasan Fuan dan Kroni-kroni AITARAKNYA.

Anonymous said...

VIVA TIMOR LESTE AND VIVA POVU MAUBERE. GO TO HELL OTONOMISTA, TRAIDOR, AND OPORTUNISTA.

Hei Eurico, kalau ngaku pejuang Republik itu harus tahu diri dong...., apa sih yang kau perjuangkan? kau bukan pejuang Indonesia tetapi penghianat dan pengemis yang mencari untung dengan mengatasnamakan para otonomista yang goblok dan idiot yang telah termakan oleh isu otonomimu yang kau sendiri tidak tahu arti sesungguhnya, dan pantas kau dipenjara, tetapi paling enak ya kau mati sajalah pengecut.

Salam dari LATIF di Atambua.

Anonymous said...

Sudahlah Eurico, kita itu su kalah, jangan so-so pahlawan lagi lah, kalo nggak ada uang alias udah miskin jangan banyak tingkahlah, datang aja keRumah saya.

Salam Dari Dominggos Inus Metan

Anonymous said...

Hei Eurico Anjing breok, dimana sisa uang operasional untuk aitarak dan pro otonomi yang kau simpan? katanya mau bagi sama rata kepada para milisi dan pejuang pro otonomi lainnya, nyatanya sampai sekarang kau tidak pernah kasi sama kita, apakah uang itu sudah poyah-poyahkan dijakarta atau kau gunakan untuk kepentinganmu sendiri, kau harus pertanggungjawabkan itu.

dari Daniel Batista